Tentang: Gender, aksi kolektif, dan tata kelola pemerintahan di daerah perdesaan di Indonesia

Peneliti Utama

Dr Rachael Diprose – School of Social and Political Sciences, Faculty of
Arts, University of Melbourne, Australia – Pimpinan Proyek dan Narahubung

Dr Amalinda Savirani – Politics and Governance Department (PolGov),
Universitas Gadjah Mada) – Faculty of Social and Political Sciences
(FISIPOL), Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Dr Ken Setiawan, Asia Institute, Faculty of Arts, University of
Melbourne

Tentang Proyek Penelitian Ini

Pada tahun 2014, Indonesia memulai agenda yang ambisius untuk menyerahkan sebagian kewenangan pembangunan daerah kepada pemerintah desa melalui diberlakukannya UU Desa, sehingga anggaran langsung disalurkan ke hampir 75.000 desa di seluruh nusantara untuk melaksanakan inisiatif di tingkat desa. Undang-Undang ini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan keputusan, upaya pengentasan kemiskinan, dan terutama kesetaraan gender. Perubahan-perubahan yang dibawa Undang-Undang ini memberikan peluang signifikan bagi perempuan dalam memperluas pengaruh mereka dalam tata kelola pemerintahan dan keputusan pembangunan di desa, sehingga perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Meliputi beragam sektor, tempat dan konteks di Indonesia, penelitian ini menjelajahi apakah dan bagaimana aksi kolektif perempuan dalam berbagai bentuk – baik di tingkat akar rumput maupun dalam bentuk advokasi yang terstruktur dan dengan dukungan organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap kesetaraan gender – telah memfasilitasi  perubahan di mana struktur kuasa dan proses pengambilan keputusan di daerah perdesaan dan kabupaten dapat lebih inklusif gender. Perubahan-perubahan sedemikian ini dapat memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan keseharian perempuan perdesaan di Indonesia.

Penelitian mendalam ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara The University of Melbourne dan Universitas Gadjah Mada, di 9 provinsi, 12 kabupaten dan 14 desa di Indonesia, termasuk di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga di Nusa Tenggara Barat dan Timur. Kami juga berkolaborasi dengan 15 organisasi masyarakat sipil di Indonesia yang berfokus pada inklusi gender dan pemberdayaan perempuan baik di tingkat nasional dan subnasional. Dalam kolaborasi yang dilakukan dengan organisasi-organisasi ini, penelitian cenderung menangkap detil etnografis dan komparatif atas suara dan pengalaman hidup perempuan perdesaan yang rentan, yakni perempuan yang sering mengalami kemiskinan multi-dimensional.

Melalui penelitian ini, kami mengangkat suatu pertanyaan penting:

  • Dalam konteks apa, sejauh mana dan melalui mekanisme apa aksi kolektif lokal yang dilakukan perempuan telah memengaruhi pelaksanaan Undang-undang Desa

Penelitian ini juga bertujuan untuk:

  • Memahami bagaimana pengaruh tersebut bervariasi antar berbagai wilayah di Indonesia
  • Mengidentifikasi apa saja yang telah menghambat dan mendorong pengaruh tersebut, dan
  • Menentukan peran apa yang telah dijalankan organisasi masyarakat sipil dalam proses ini
Manfaat

Penelitian ini bermanfaat bagi berbagai kalangan dalam dan luar negeri, termasuk kalangan umum dan akademik, organisasi masyarakat sipil, pembuat kebijakan, lembaga pembangunan internasional, dan praktisi yang peduli akan upaya pengentasan ketidakadilan gender, dalam memahami:

  • Tantangan dan peluang bagi, dan mekanisme melalui mana, perempuan dapat mengatasi tantangan, memperbaiki kehidupan keseharian mereka, serta memiliki suara dan pengaruh dalam keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka
  • Memahami keberagaman tantangan dan peluang yang mereka hadapi dalam berbagai lingkungan sosial, konteks kebijakan, geografis, dan konteks lainnya.
  • Bagaimana aksi kolektif perempuan akar rumput dapat didukung oleh struktur kelompok yang beragam, yang melibatkan wanita, dan bagaimana, atau melalui mekanisme apa, aktor-aktor eksternal (tidak hanya organisasi masyarakat sipil) dapat mendukung penguatan pengaruh perempuan di desa dan di luar.

Melalui pengalaman perempuan sendiri, audiens dapat memperoleh wawasan bagaimana kebijakan, pengembangan pdan pelaksanaan program, serta struktur sosial dan politik dapat diperbaiki agar lebih inklusif gender, terutama di daerah perdesaan.

Organisasi Penyokong Dana

Berbagai komponen dari proyek penelitian ini telah didukung oleh lembaga-lembaga Pemerintah Australia dan Indonesia, Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (MAMPU), The University of Melbourne, Universitas Gajah Mada, dan organisasi lainnya. Penelitian ini juga dilaksanakan dengan dukungan dari dan konsultasi dengan organisasi masyarakat sipil yang terlibat.

Pandangan yang dikemukakan dalam platform digital ini, berbagai publikasi dan analisis terkait adalah milik penulis semata dan tidak selalu merefleksikan pandangan lembaga dan organisasi yang mendukung. Kami mengucapkan terima kasih kepada organisasi dan lembaga terkait atas dukungan yang diberikan, begitu juga kepada semua partisipan penelitian, terutama banyaknya perempuan desa yang telah membagikan pengalaman dan pandangan mereka kepada kami. Kami juga menghaturkan penghargaan kepada penelaah sejawat yang telah meninjau berbagai publikasi dan isi dari situs ini, serta kepada banyak kalangan lainnya di seluruh penjuru dunia yang telah memberikan umpan balik dalam lokakarya, seminar, webinar dan kegiatan diskusi lainnya.

Mitra Penelitian

Dr Naomi Francis, Monash University

Mitra organisasi nasional di Indonesia termasuk:

  • Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif Perempuan (Institut KAPAL Perempuan)
  • Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)
  • ‘Aisyiyah
  • Forum Pengada Layanan (FPL)
  • Migrant CARE
  • Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI)
  • Konsorsium Perempuan Sumatera MAMPU (PERMAMPU)
  • Bina Keterampilan Pedesaan Indonesia (BITRA)
  •  Yayasan Annisa Swasti (Yasanti)

Mitra subnasional dari organisasi di atas yang juga terlibat dalam penelitian ini termasuk:

  • Yayasan Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat (YKPM, mitra dari KAPAL Perempuan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan)
  • Yayasan Amnaut Bife Kuan (YABIKU, mitra FPL di Nusa Tenggara Timur)
  • Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR (mitra PERMAMPU di Lampung, Sumatera)
  • Serikat Perempuan Independen (SPI, mitra FPL di Labuhan Batu, Sumatera Utara)
  • Perkumpulan Panca Karsa (PPK, mitra Migrant CARE di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat)
  • Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K, mitra KAPAL Perempuan di Jawa Timur)

Informasi lebih jauh mengenai para mitra penelitian kami dapat dilihat dalam halaman situs Organisasi Perempuan dalam Penelitian Ini